Pekalonganisme

Breaking

11 July 2018

Membangkitkan Perfilman Desa, Memunculkan Karya Kreatif dan Alternatif

10:25 PM
Membangkitkan Perfilman Desa, Memunculkan Karya Kreatif dan Alternatif

suasana pemutaran karya film hasil dari sinau bareng bikin film di kwagean

Pekalongan. Ada keramaian yang tak terduga pada malam senin (8/6) kemarin, warga desa Kwagean dan sekitarnya (red-Pekalongan) berbondong-bondong menuju dan berkumpul di Lapangan desa Kwagean, Wonopringgo, Pekalongan. "pak ndelok layar tancep (mau lihat layar tancap)....." ujar salah seorang warga. Layar tancap tersebut ialah Layar Tancap Wage, yang diresmikan perdana sekaligus menjadi malam penutupan dari kegiatan Sinau Bareng Bikin Film 2018 yang diadakan oleh pemuda-pemudi desa Kwagean bekerjasama dengan Rumah Produksi Kebun Makna Pictures dari Yogyakarta. Suasana begitu riuh dan ramai, antusiasme dan animo tinggi dari warga untuk menyaksikan karya-karya film dari peserta Sinau Bareng Bikin FIlm 2018, menghangatkan malam yang dingin lapangan luas tersebut. Pekalonganisme sendiri disaat hadir disana, merasakan hal tersebut, sejenak terlintas bayangan masa lalu, suasana nonton film di layar tancap masa lalu yang kini sudah tinggal kenangan.

Kegiatan Sinau Bareng Bikin Film dilaksanakan pada seminggu ini (06-10/7) , ada 40 peserta dari pemuda pemudi yang berasal dari desa Kwagean Pekalongan dan sekitarnya. Peserta mendapatkan materi dasar alur kerja keproduksian film ( pra produksi hingga pasca produksi) dari empat anggota Kebun Makna Pictures.  Di zaman digital ini, semua bisa turut andil dan berpeluang berkarya dibidang apapun, termasuk dibidang perfilman. "Kita muda-mudi desa Kwagean tidak ingin ketinggalan sepur, sumber daya manusia bukan suatu halangan yang berarti, jika kita terus belajar dan berusaha". Tutur Tajuli Ketua Pemuda-pemudi Wage Desa Kwagean.

Kegiatan Sinau Bareng Bikin Film 2018 ini dipusatkan di markas pemuda desa Kwagean, sedang dari empat puluh peserta dibagi menjadi empat kelompok, yang masing-masing kelompok diajari dan didampingi untuk produksi satu karya. Lokasi praktik syuting disebar di berbagai sudut desa Kwagean, memanfaatkan pekarangan hingga rumah-rumah warga. "ini diperlukan, selain untuk sosialiasi juga untuk memberi kesempatan pada warga untuk ikut turut menyaksikan jalannya proses produksi film/syuting". Terang M Imamul M selaku ketua panitia kegiatan. "Antusiasme dan semangat dari peserta begitu besar, terbukti kegiatan yang hanya berlangsung tiga hari tersebut menghasilkan 4 karya yang bisa ditonton bersama seluruh warga Kwagean pada malam puncak kegiatan sekaligus peresmian layar tancep desa Wage". Tambah M Imamul M selaku Ketua Panitia kegiatan. Dari pantauan Pekalonganisme dilokasi kegiatan, nampak apresiasi dan antusiasme yang tinggi dari warga desa Kwagean dan sekitarnya yang memadati lapangan tempat penayangan film karya dari sinau bareng, sehingga turut menambah semarak kegiatan ini.

Kami sangat senang diundang di desa Kwagean ini, harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, bisa menumbuhkan sineas-sineas kreatif dari desa. Sehingga muncul karya-karya film alternatif dari desa, yang berlandaskan semangat kemandirian seperti yang digaungkan Asrul sani dkk, yang merupakan pembangkit awal perfilman Nasional. Karya-karya alternatif yang bisa menebar kebaikan, yang bersumber dari kearifan-kearifan lokal. Terang Ma'ruf Alkhadad selaku Produser Kebun Makna Pictures yang juga mentor dari sinau bareng bikin film. Sedang dari kacamata lain, alur kerja kolektif dalam keproduksian film, juga bisa turut berfungsi menjaga semangat kebersamaan dan gotong-royong muda-mudi desa. Tambahnya.

12 February 2018

Hello Pal, Media Sosial untuk Belajar Bahasa Asing

5:38 PM
Hello Pal, Media Sosial untuk Belajar Bahasa Asing

Hello Pal: Talk To The World! Alternatif social media terkini

Kita bisa menggunakan Hello Pal untuk melatih penguasaan bahasa asing, belajar bahasa asing, dan mempraktekkan bahsa asing dengan chatting gratis dengan pengguna Hello Pal di seluruh dunia

 
Media sosial sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari kita saat ini. Banyak sekali informasi disampaikan melalui media sosial membuat kita nyaris tak lagi membutuhkan media lain semacam televisi, radio, apalagi koran. Dengan hanya memiliki akun di media sosial tertentu, kita sudah bisa memperoleh banyak informasi yang kita butuhkan.

Namun demikian, saking kian banyaknya pengguna di media sosial, saking banyak pula informasi yang kemudian disebarkan yang menjadi konsumsi kita sehari-hari tiap kali kita menengok isi apa yang ada di media sosial. Tak sedikit, informasi yang berseliweran di media sosial kita tersebut mengandung unsur-unsur negatif yang tak selayaknya menjadi konsumsi keingintahuan kita.

Informasi palsu atau yang kerap disebut berita hoaks, banyak didistribusikan melalui berbagai platform media sosial seperti twitter, facebook, instagram dan sejenisnya. Hal ini kemudian mendorong berbagai elemen termasuk pemerintah di negeri ini untuk menanggulanginya agar tidak kian menjadi-jadi. Beberapa komunitas anti-hoax pun berdiri demi membendung arus informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan validitasnya.

Kita sebagai pengguna media sosial, seringkali merasa resah dan gundah tiap kali menemukan berita bohong yang tak jarang membikin rugi beberapa pihak itu. Pada titik lain, kejenuhan kita terhadap konten negatif di media sosial membuat kita ingin berhenti bermain di media sosial. Belum lagi perundungan yang juga tak jarang terjadi di media sosial, yang kita sendiri bahkan sangat mungkin menjadi korbannya.

Untuk itulah, terkadang kita membutuhkan media sosial lain yang lebih tenang dan tenteram. Yang tak menyajikan konten-konten negatif, yang jauh dari hiruk-pikuk dan bisingnya kondisi politik bangsa ini. Pertanyaannya, adakah media sosial seperti itu? Tentu saja ada. Banyak.

Lalu, apa media sosial yang bisa kita pakai hanya untuk berinteraksi dengan orang lain sekaligus mencari informasi terkini, namun di sana tidak dipenuhi ujaran-ujaran kebencian? Untuk saat ini, kami merekomendasikan sebuah apliskasi media sosial yang bisa memenuhi hasrat kita tersebut. Salah satu rekomendasi kami, yaitu, Hello Pal!

Secara sederhana, Hello Pal agak mirip dengan Facebook, tapi sama sekali berbeda. Fitur-fitur yang ditawarkannya pun cukup lengkap layaknya media sosial pada umumnya, yaitu kita bisa mengunggah konten foto, tulisan, pesan suara, dan lain-lain serta tentu saja, juga terdapat fitur pesan pribadi, private  chat yang bisa kita pergunakan untuk berinteraksi dengan seseorang secara pribadi.

Beberapa user Hello Pal, pada umumnya adalah orang-orang yang ingin mempelajari bahasa asing secara lebih mendalam, atau mempraktekkan bahasa asing yang kita kuasai. Di sana, kita bisa berinteraksi dengan mudah dengan berbagai orang dari berbagai belahan dunia mana saja. Hello Pal, bisa dibilang sebagai media sosial yang paling tepat bagi kita yang ingin belajar dan atau mempraktekkan bahasa asing.

Setiap kali kita mengunggah moment di Hello Pal, maka kita tak memerlukan orang lain untuk mengikuti akun kita terlebih dahulu agar orang-orang bisa membaca atau melihat unggahan kita tersebut. Karena pada dasarnya, moment siapa saja di Hello Pal, bisa dilihat oleh siapa saja. Kita bisa melihat orang Iran mengepos foto liburan mereka, kita bisa melihat orang-orang China yang tengah mengagumi artis-artis Korea, kita bisa melihat gadis-gadis Eropa memamerkan foto-foto liburan kemarau mereka, dan mereka semua juga bisa melihat apa yang kita unggah, entah itu berupa foto-foto keindahan alam di Indonesia, kekayaan budaya kita, keunikan bahasa kita, dan seterusnya.

Sejauh pantauan kami, ada perkara menarik yang dipegang teguh oleh pihak Hello Pal, dalam urusan memblokir akun-akun “nakal”. Ya, di Hello Pal, kita tak bisa mengunggah konten ketelanjangan, kasus-kasus kekerasan fisik, hal-hal yang berbau seksisme, dan sejenisnya. Beberapa hal yang masuk kategori kriminal, apabila diunggah oleh seorang user, maka sesaat kemudian user tersebut akan kehilangan akunnya, kehilangan akses terhadap Hello Pal, dan akunnya akan terkena banned secara permanen.

Jadi, jangan dibayangkan bahwa di Hello Pal kita bisa dengan mudah menemukan konten-konten pornografi berkeliaran bebas layakanya di twitter. Atau kita membayangkan akan bisa membaca cerita-cerita pendek tentang hubungan seksual antara seorang pria muda dengan perempuan setengah baya layaknya di Tumblr. Atau pula, kita membayangkan bisa menemukan unggahan jasad seorang korban pembunuhan layaknya kita saksikan di beranda Facebook. Semua itu tidak ada di Hello Pal. Jangankan yang semacam itu, jika kita twerlalu sering atau terlalu banyak mengunggah link aktif entah dengan tujuan apa saja, siap-siaplah akun kita akan hilang secepatnya.
Hello Pal: Talk To The World
Tagline dari aplikasi ini adalah “Talk to The World!”. Ya, melalui Hello Pal, pengguna diharapkan bisa berbicara pada dunia tentang ide-idenya, tentang hobinya, tentang apa saja yang berkonotasi positif. Di sini, kami juga akan sedikit memberikan tips bermedia sosial menggunakan Hello Pal.

Setelah kita memiliki akun yang terverifikasi, kita bisa langsung menggunakannya. Untuk memverifikasi akun, kita membutuhkan setidaknya nomor telpon kita. Untuk terverifikasi secara sempurna, kita diwajibkan mengirim foto kartu identitas kita (SIM/KTP) plus foto diri kita yang sedang memegangi kartu tersebut.

Jika kita sudah memiliki akun yang sudah terverifikasi, kita bisa langung menggunakan Hello Pal. Kita bisa langsung mengunggah konten berupa suara, foto, atau tulisan. Samp[ai tulisan ini dibuat, Hello Pal belum memberikan fitur kiriman video. Selain itu, kita juga bisa me-like atau memberikan reaksi atas unggahan orang lain, mengomentarinya, dan lain-lain. Serta sekali lagi tentu saja kita juga bisa menggunakan fitur chatting untuk berinteraksi dengan orang dari belahan dunia lain untuk melatih penguasaan bahasa asing kita.

Satu lagi fitur menarik yang perlu kami sampaikan yaitu kita bisa mencari akun orang lain berdasar nama, kebangsaan, lokasi terkini, rentang usia, bahasa, serta gender. Jadi, kita bisa mencari lawan chatting kita berdasar opsi filter tersebut. Menarik, bukan?

Pembaca bisa mengunduh aplikasi Hello Pal melalui link di bawah ini:
Hello Pal for Android
Hello Pal for iOS 
Atau pembaca bisa mengunjungi situsweb Hello Pal untuk mendapatkan aplikasinya secara gratis melalui tautan ini.

[Em/Pekalonganisme]

10 January 2018

Wonopringgo Gotong-royong Siapkan Rumah untuk Ribuan Peserta Muktamar dan Halaqoh Thoriqoh International

9:13 AM
Wonopringgo Gotong-royong Siapkan Rumah untuk Ribuan Peserta Muktamar dan Halaqoh Thoriqoh International
Pekalonganisme.com, Wonopringgo - Sekretariat Pemondokan Peserta Jam'iyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahddliyah (JATMAN) di Kecamatan Wonopringgo dalam rangka acara Muktamar ke-12 dan Halaqah Ulama Thariqah Internasional ke-2 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah resmi di buka. Sekertariat Wonopringgo yang terbagi menjadi dua titik, Wonopringgo 1 dan Wonopringgo 2, rencananya dapat menampung hingga ribuan muktamirin atau seperlima dari total peserta Muktamar dan Halaqoh Thoriqoh International ini. 

"Wonopringgo dapat menampung sekitar 1000 peserta muktamar yang akan di distribusikan ke rumah warga," tutur Bapak Mufreni selaku Subiyah Muktamar ke-12 JATMAN dan Halaqah Ulama Thariqah Internasional ke-2 di Pekalongan kepada Pekalonganisme.com Rabu (9/1). 

Pihaknya menambahkan bahwa warga bergotong-royong secara sukarela untuk menyambut kedatangan peserta Muktamar ke-12 JATMAN dan Halaqah Ulama Thariqah Internasional ini sebagai rasa hormat kepada para alim ulama. 

"Tidak hanya rumah, warga juga mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan rangkaian kegiatan mulai dari keamanan, transportasi, konsumsi dan lain-lain demi menjaga kenyamanan tamu yang singgah," ujarnya.

"Peserta Muktamar ke-12 JATMAN dan Halaqah Ulama Thariqah Internasional ke-2 di Pekalongan yang akan berlangsung 14-18 Januari 2018 tersebar di 11 kecamatan yang telah diplot sebagai wilayah pemondokan, namun Wonopringgo memang porsinya paling besar," imbuhnya. 

Rencana Muktamar ke-12 JATMAN dan Halaqah Ulama Thariqah Internasional ke-2 di Pekalongan ini turut dihadiri oleh Bapak Asip Kholbihi selaku Bupati Kabupaten Pekalongan, Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. Said Aqil Siraj, M.A. dan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo beserta jajaran menteri.