Pekalongan - Pekalonganisme

10 April 2014

Pekalongan

Pekalongan Kota Batik. Begitulah benak pikiran khalayak ketika mendengar nama kota ini. Apa yang terpintas dalam pikiran mereka adalah kota ini memiliki segudang seni dan motif batik. Bahkan sebelum mereka mengetahui bagaimana ciri, motif, dan kualitas dari Batik Pekalongan itu sendiri, banyak diantara mereka yang langsung mengklaim bahwa Batik Pekalongan merupakan batik yang bagus.

Begitu besarnya kekuatan merek atau yang sering disebut sebagai brand equity terhadap batik, sampai sampai nama Pekalongan diabadikan sebagai pembukaan lirik dari salah satu grup band fenomenal, Slank. “Kota Batik di Pekalongan, bukan Jogja eh bukan Solo…” menjadi sebuah pembukaan lagu Sosial Betawi Yoi dari Slank. Entah sadar atau tidak, mungkin akan terbesit pertanyaan, kenapa justru Pekalongan yang notabene kota yang tidak terlalu memegang teguh Budaya Jawa? Kenapa bukan Jogjakarta atau Solo yang masih kental dengan Budaya Jawanya?

Banyak yang tidak tahu letak administrative dari kota ini, terletak di Jawa Tengah atau Jawa Barat? Meskipun konon kota ini menjadi titik nol (mylpaal) sebagai poros tengah Pulau Jawa. Bahkan beberapa orang percaya bahwa di Pekalongan terdapat kraton kasunanan layaknya Jogjakarta, Solo dan Cirebon.
Nampaknya kebesaran nama Pekalongan hanya mengacu pada batik saja sehingga banyak orang yang tidak mengetahui sisi lain dari kota ini yang terbagi ke dalam dua bagian pemerintahan, Kabupaten dan Kota. Rendahnya tingkat publikasi dan literasi menjadi bagian penyebab terkuburnya sisi lain dari Pekalongan.

Oleh karena itu, tim pekalonganisme.com mencoba untuk ikut serta dalam mendukung publikasi dan literasi Pekalongan dari berbagai macam sisi dan sudut pandang, serta mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mengabadikan kekayaan alam, social, seni, dan budaya di Pekalongan sehingga apa yang ada maupun pernah ada dapat terekam untuk kita wariskan kepada anak cucu kita semua.

Literasi dan budaya harus diwariskan agar anak-cucu kuta tidak kehilangan identitas - Alek Assail.

Salam,

Pekalonganisme