May 2015 - Pekalonganisme

26 May 2015

Cara Membedakan Beras Asli dengan Plastik

8:47 PM
Cara Membedakan Beras Asli dengan Plastik
Pekalongan - Beredarnya beras plastik merupakan pukulan telak bagi Indonesia. Negara yang terkenal dengan sumber daya alamnya. Terlebih tanah surga dengan kesuburan tanah yang dilukiskan oleh Koes Plus dalam lagu yang berjudul Kolam Susu menyatakan dalam bait liriknya "tongkat kayu dan batu jadi tanaman".

Temuan beras plastik merupakan tamparan yang keras bagi kita semua. Namun kita tidak boleh larut dalam kehawatiran yang berlebihan. Pengenalan sejak dini merupakan kunci utama menjegal menjamurnya penjualan beras plastik ini.

Berikut tim Pekalonganisme.com mencoba memberikan beberapa tips untuk membedakan beras asli dan beras plastik.

Warna
Jika dilihat, beras plastik terlihat lebih transparan dibandingkan dengan beras asli. Beras asli warnanya putih keruh tidak tembus pandang.

Tekstur
Beras asli memiliki rekstur yang lebih kesat dibandingkan beras plastik jika digenggam. Beras plastik akan terasa licin bila digenggam.

Uji
Pertama, bila direndam air, beras asli akan menjadilan air rendaman menjadi keruh seperti susu (air tajin). Berbeda dengan beras plastik ketika direndam hanya menjadikan air keruh kecoklatan.

Kedua. Beras asli rapuh apabila dikunyah. Berbeda dengan beras plastik yg kokoh dan kenyal saat dikunyah dalam keadaan mentah.

Ketiga nyalakan seteika apabila masih ragu membedakan antara beras asli dan beras plastik. Beras plastik akan leleh atau berubah bentuk menjadi pipih apabila di setrika. Namun beras asli akan tetap seperti bentuk semula atau hancur menjadi debu.

Semoga tips di atas dapat membantu membedakan beras asli dan beras palsu.

Salam Pekalonganisme.com

03 May 2015

Pekalongan Bakal Bangun Bandara

8:27 PM
Pekalongan Bakal Bangun Bandara
PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan menggagas pembangunan bandar udara dengan anggaran sekitar Rp35 miliar untuk memacu pertumbuhan sektor pariwisata serta pertumbuhan industri kreatif.

Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad mengatakan konsep bandar udara memang tidak semegah di Kota Semarang Jawa Tengah. Usulan pendirian bandara, menurut Basyir, telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan stakeholder.

“Konsepnya bukan bandara internasional dan bukan perintis. Rencana di tengah-tengahnya. Mungkin bandara untuk pariwisata, landasan pacunya hanya 1.500 meter,” paparnya kepada Bisnis, Jumat (6/2/2015).

Dia mengatakan alasan pendirian bandara seiring dengan pertumbuhan industri pariwisata dan industri kreatif di wilayah ini. Menurutnya, gagasan mendirikan bandara tidak terlepas dengan kemajuan ekonomi Pekalongan selama lima tahun terakhir yang pada puncaknya Kota Pekalongan pada awal Desember 2014 dinobatkan sebagai dengan sebagai Kota Kreatif di Dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Basyir mengakui telah mendapatkan informasi dari pemerintah pusat dengan adanya fasilitas transportasi yang memadai, salah satunya bandara, dapat menambah jumlah wisatawan dan perolehan pendapatan asli daerah senilai Rp1 juta per hari.

“Kami bertekad membuat bandara seperti di Banyuwangi, dengan kalkulasi anggaran sekitar Rp35 miliar. Tentu anggaran dari kami tidak cukup, perlu support dari pemerintah pusat,” paparnya.

Basyir mengatakan ketersedian transportasi kereta api yang melewati Kota Pekalongan cukup banyak. Namun demikian, katanya, para wisatawan lebih tertarik apabila suatu daerah terdapat bandara.

Ke depan, pihaknya akan membuat paket pariwisata di wilayahnya dengan menggandeng stakeholder dan kawula muda yang ahli di bidang teknologi informasi untuk menyebarkan informasi melalui website tentang potensi di wilayah pantai utara Jawa Tengah ini.

“Di sini punya paket pariwisata yang luar biasa banyaknya. Namun belum tergarap maksimal. Kami optimistis, adanya bandara pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7%,” paparnya.

Untuk merealisasikan paket wisata, ujar Basyir, Pemkot Pekalongan akan bekerjasama dengan pemerintah daerah sekitarnya baik dari Kabupaten Batang maupun Kabupaten Pekalongan.

Perihal lokasi bandara, Basyir mengusulkan pembangunan bandara berada di sisi utara atau berdekatan dengan laut yang juga bertujuan untuk membendung rob di wilayah ini.

“Mengenai tempat, fleksibel. Kita matangkan anggarannya dulu,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pekalongan Ricsa Mangkulla mengatakan rencana pendirian bandara sangat baik untuk menunjang partumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Kendati demikian, pihaknya mempertanyakan lokasi pembangunan bandara karena kota ini tidak memiliki lahan yang cukup banyak.

“Yang penting lahan ada. Rencana membangun sport center saja belum terealisasi karena lahannya tidak cukup,” ujarnya.

Pengamat transportasi  dari Unika Soegijapranata Djoko Setidjowarno mengkritisi pendirian bandara karena sempitnya lahan yang dimiliki Kota Pekalongan.
Djoko menyakini kendala pembangunan bandara baru di Pulau Jawa yakni menyempitnya lahan.

“Kalau pembangunan bandara di luar Jawa bisa memungkinkan,” katanya.

Dia memaparkan wilayah pantura Jateng selama ini telah tercukupi dengan adanya double track untuk transportasi kereta api. Djoko berharap kepada pemerintah daerah supaya memaksimalkan moda transportasi tersebut.

Pihaknya mengingatkan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta saat ini cukup padat. Menurut Djoko, yang perlu diperhatikan saat ini adalah jarak dengan bandara terdekat idealnya minimal 100 kilometer.

 “Dengan kereta api saja sudah cukup. Lebih baik dimaksimalkan jalur kereta api ke bandara Ahmad Yani. Saya rasa lebih bagus dan jarak tempuh lebih singkat,” ujarnya.

Sumber: Bisnis.com